Salah seorang pengusaha ternama ibu kota,
berangkat ke bandara mengendarai mobil Alphard. Di perhentian lampu merah ia
melihat seorang anak perempuan penjual koran. Pengusaha ini menyuruh sopirnya
membunyikan klakson hingga anak perempuan itu datang mendekat. Kepadanya,
pengusaha ini menyodorkan selembar uang dua puluh ribuan. Ia berharap gadis
kecil penjual koran itu bisa sarapan dengan cukup nikmat.
Dalam penerbangan menuju Singapura, pengusaha
ini rupanya teringat dengan Rp20 ribu yang diserahkannya tadi pagi. Bayangan
gadis kecil itu mengganggu pikirannya. Sesampainya di Singapura pengusaha ini
segera menelepon pimpinan cabang, ia memerintahkan menghubungi sopir yang
mengantarnya tadi pagi dan menyuruh sopir itu menemukan anak perempuan penjual
koran itu dan memberinya uang sebesar Rp200 ribu untuk membeli pakaian yang
cukup layak.
Beberapa jam kemudian, pengusaha ini mendapat
laporan dari pimpinan cabang, bahwa sang sopir telah menemukan anak perempuan penjual
koran tersebut. Rupanya, anak ini hanya tinggal bersama sang ibu. Ayahnya baru
saja meninggal sebulan yang lalu karena sakit.
Mendengar hal tersebut, tanpa pikir panjang
pengusaha ini menginstruksikan untuk memberi santunan rutin setiap bulan bagi anak
tersebut sebesar Rp 500 ribu. Pengusaha itu pun meminta agar anak itu tidak
lagi berjualan koran, ia menyanggupi menanggung seluruh biaya hidup dan biaya
sekolah anak perempuan itu hingga lulus SMA.
Masyaa Allah!
Tahukah sahabat, Siapakah pengusaha dermawan
ini?
Beliau adalah Dato Sri Tahir, salah satu
konglomerat Indonesia yang memiliki keyakinan bahwa tak pernah ada orang
dermawan yang jatuh miskin.
Pengusaha ini senantiasa berusaha berbuat baik
dimanapun, kapanpun, tanpa melihat tempat maupun waktu. Ia berprinsip akan
terus berbuat baik hingga Tuhan memerintahkannya untuk berhenti dengan habisnya
jatah usianya di dunia fana ini.
Sahabat Ucers, Pengusaha ini adalah salah satu
contoh nyata manusia yang mampu memanfaatkan hartanya dengan sebaik-baiknya.
Semoga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk senaniasa menjadi sebaik-baik
manusia, yakni yang bermanfaat bagi manusia lainnya.
Sumber Referensi:
merdeka.com/khas/tidak-pernah-ada-orang-dermawan-jatuh-miskin-wawancara-dato-seri-tahir-1.html



